Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…
Bismillahirrahmaniirahiim
Alhamdulillahirrabil’alamiin, Mahasuci Allah yang Dzat-Nya
menjadi tempat bergantung makhluknya. Tidak ada sesuatu apapu yang mampu
mengganti posisi-Nya sebagai pelindung dan penolong makhluk. Allah selalu
memudahkan bagi manusia untuk mendapat ridha-Nya. Sesungguhnya kemenangan
hanyalah milik orang-orang yang taqwa dan yakin.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada nabi dan rasul
paling mulia. Kekasih Tuhan semesta alam, Abil Qasim Muhammad saw, beserta
keluarga sucinya yang telah Allah sucikan mereka dari segala noda dosa
sesuci-sucinya.
Sungguh sangat istimewa kedudukan orang yang ahli sedekah,
sudah banyak para ulama, kyai, ustadz dan guru-guru ngaji yang membahas tentang
keistimewaan yang diberikan oleh Allah kepada para ahli sedekah.
Keistimewaan-keistimewaan yang diberikan kepada ahli sedekah diantaranya adalah
sebagai berikut :
Para Malaikat sentiasa berdoa supaya ditambahkan rezeki
kepada pemberi sedekah.
*Merupakan kemenangan atas syaitan.
*Memadam kemurkaan Allah SWT.
*Merupakan penyembuh segala penyakit.
*Menjaga kehormatan dan martabat.
*Memperbaiki amalan anda sebelum mati.
*Pelindung dari api neraka.
*Mendapat perlindungan utama dari Allah SWT.
*Memberi keberkahan kepada pemilik harta.
*Melembutkan hati yang keras.
*Menyamankan dalam kubur dan memadam api dalam kubur.
*Menghapuskan segala kesalahan, menghapuskan segala dosa.
*Menolak bala dan melindungi pemberi sedekah serta ahli
keluarga dari bala bencana.
*Mengatasi segala persoalan hidup
*Calon-calon ahli surge
Sedekah sangat dahsyat efeknya bagi para pelakunya. Dan
dengan sedekah kesenjangan sosial tidak nampak lagi, karena orang-orang yang
mampu bersedakah dengan senang hati dan ikhlas saling berbagi sedikit hartanya
untuk para kaum dhuafa dan orang yang membutuhkan dan berhak menerimanya.
Begitu juga sebaliknya sipenerima merasa lebih legowo dan enak menerimanya,
dikarenakan keikhlasan tadi. Berbeda dengan menerima sesuatu pemberian dengan
sipemberi tidak ada rasa keikhlasan didalam hatinya.
Oleh karena besarnya manfaat dan indahnya berbagi, maka kami
berusaha untuk memfasilitasi dan membuat suatu wadah online yang dikhususkan
dalam pembahasan tentang sedekah dan keindahan ISLAM pada umumnya. Dimana
keajaibannya sudah banyak yang merasakan dan membutikannya.
Inilah Makna Dari Sedekah
Dari Abu Dzar r.a. berkata, bahwasanya sahabat-sahabat
Rasulullah saw. berkata kepada beliau: “Wahai Rasulullah saw., orang-orang kaya
telah pergi membawa banyak pahala. Mereka shalat sebagaimana kami shalat,
mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, namun mereka dapat bersedekah dengan
kelebihan hartanya.”
Rasulullah saw. bersabda :
“Bukankah Allah telah menjadikan
untukmu sesuatu yang dapat disedekahkan?
Yaitu, setiap kali tasbih adalah
sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, menyuruh
pada kebaikan adalah sedekah, melarang kemungkaran adalah sedekah, dan hubungan
intim kalian (dengan isteri) adalah sedekah.”
Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah salah
seorang di antara kami melampiaskan syahwatnya dan dia mendapatkan pahala?”
Rasulullah saw. menjawab, “Bagaimana pendapat kalian jika ia
melampiaskan syahwatnya pada yang haram, apakah ia berdosa? Demikian juga jika
melampiaskannya pada yang halal, maka ia mendapatkan pahala.”
(HR. Muslim)
Sanad Hadits :
Hadits di atas memiliki sanad yang lengkap .
Sebagaimana yang
terdapat dalam Shahih Muslim, Kitab Al-Zakat,
BAGIAN Bayan Anna Ismas Shadaqah
Yaqa’u Ala Kulli Nau’ Minal Ma’ruf, hadits no 1006.
Gambaran Umum Tentang Hadits :
Hadits ini memberikan gambaran luas mengenai makna sedekah.
Karena digambarkan bahwa sedekah mencakup segenap sendi kehidupan manusia.
Bukan hanya terbatas pada makna menginfakkan uang di jalan Allah, memberikan
nafkah pada fakir miskin atau hal-hal sejenisnya. Namun lebih dari itu, bahwa
sedekah mencakup segala macam dzikir (tasbih, tahmid dan tahlil), amar ma’ruf
nahi mungkar, bahkan hubungan intim seorang suami dengan istrinya juga
merupakan sedekah. Oleh karena itulah, Rasulullah saw. secara tersirat meminta
kepada para sahabatnya untuk pandai-pandai memanfaatkan segala aktivitas
kehidupan agar senantiasa bernuansakan ibadah. Sehingga tidak perlu “gusar”
dengan orang-orang kaya yang selalu bersedekah dengan hartanya. Karena makna
sedekah tidak terbatas hanya pada sedekah dengan harta.
AsBAGIANul Wurud Hadits :
Hadits ini merupakan jawaban terhadap pertanyaan beberapa
Muhajirin yang fakir, dimana mereka “terpaksa” meninggalkan harta benda mereka
di Mekah, sehingga mereka merasa tidak dapat ber sedekah. Ketika pertanyaan
mereka terlontar ke Rasulullah saw., beliau memberikan jawaban yang dapat
menenangkan jiwa dan pikiran mereka.
Makna Hadits :
Hadits ini muncul dengan latar belakang “kegundahan hati”
para sahabat, manakala mereka merasa tidak dapat optimal dalam beribadah kepada
Allah swt.. Karena mereka merasa bahwa para sahabat-sahabat yang memiliki
kelebihan harta, kemudian men sedekahkan hartanya tersebut, tentulah akan
mendapatkan derajat yang lebih mulia di sisi Allah swt.. SeBAGIAN mereka
melaksanakan shalat, puasa, namun mereka bersedekah, sedangkan kami tidak
bersedekah, kata para sahabat ini.
Akhirnya Rasulullah saw. sebagai seorang murabbi sejati
memberikan motivasi serta dorongan agar mereka tidak putus asa, dan sekaligus
memberikan jalan keluar bagi para sahabat ini. Jalan keluarnya adalah bahwa
mereka dapat bersedekah dengan apa saja, bahkan termasuk dalam hubungan intim
suami istri.
Oleh karenanya tersirat bahwa Rasulullah saw. meminta kepada
mereka agar padai-pandai mencari peluang ‘pahala’ dalam setiap aktivitas
kehidupan sehari-hari, agar semua hal tersebut di atas terhitung sebagai
sedekah.
Inilah Makna Dari Sedekah